Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Seperti Buah Simalakama
Memperoleh pendidikan merupakan hak bagi anak-anak dan
negara memiliki kewajiban untuk memenuhi serta
memberikan pendidikan secara merata dan seimbang pada setiap warganya tanpa
terkecuali. Ada 3 hak utama pendidikan yakni anak berhak mendapat pelajaran
dengan cara yang menyenangkan, anak berhak mendapat lingkungan pendidikan yang
aman, baik dari kekerasan maupun perundungan, dan terakhir setiap anak berhak dihargai
sesuai dengan keunikannya masing-masing.
Sudah hampir dua tahun para siswa setingkat PAUD, TK, SD,
SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa perguruan tinggi mengikuti pembelajaran online
dikarenakan pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan beberapa
sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM)
dengan sejumlah syarat, salah satunya jumlah siswa dan guru yang sudah divaksin
minimal 80 persen. Namun pelaksanaan PTM terbatas seperti memakan buah
simalakama, di makan bapak mati, tidak dimakan ibu yang mati. Pasalnya jika
sekolah dibuka siswa berisiko terpapar Covid-19, tetapi jika sekolah tidak
dibuka-buka Indonesia dihadapi risiko merosotnya satu generasi sumber daya
manusia akibat kualitas pendidikan yang rendah selama belajar online dan anak pun tidak mendapatkan masa sekolah yang indah. Namun yang jadi pertanyaannya apakah pihak sekolah bisa menjamin
kesehatan siswa/I dalam pelaksanaan PTM terbatas?
Berdasarkan data dari survei internal Kemendikbudristek
yang dipublikasikan pada laman https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/ per Kamis, 23 September 2021, tercatat ada 1.303 sekolah
menjadi klaster Covid-19 atau 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi
survei. Dari angka tersebut, tercatat ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar
virus corona. Klaster penularan Covid-19 terbanyak ada pada jenjang Sekolah
Dasar (SD) mencapai 583 sekolah atau 2,77 persen dari jumlah satuan pendidikan
yang mengisi survei. Jumlah guru dan siswa SD yang terkonfirmasi Covid-19
selama PTM terbatas sebanyak 3.166 guru dan 6.928 siswa.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman
Bhakti Pulungan, SpA(K) sebelumnya menjelaskan pilihan sekolah tatap muka saat
ini memang diperlukan di tengah positivity rate yang sudah menurun. Menurutnya Pembelajaran
tatap muka akan kembali distop jika positivity rate kembali meningkat di atas
standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas memang sangat
bagus untuk anak, namun protokol yang seringkali dihiraukan memberikan dampak
buruk kepada siswa. Oleh karena itu diharapkan untuk kedepannya pihak sekolah
lebih memperketat protokol kesehatan. Diharapkan juga setiap sekolah melakukan
evaluasi secara berkala. Contohnya waktu pembelajaran tatap muka dibataskan
maksimal dua jam. Pihak sekolah memiliki kewajiban secara penuh dalam
memastikan pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan sesuai dengan protokol
kesehatan yang ketat dan Siswa yang mengikuti PTM terbatas pun memiliki
kewajiban untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah dibuat. Semoga
pembelajaran tatap muka terbatas kedepannya dapat dilaksanakan dan berjalan
lebih baik.
wah keren, rapih strukturnya dan disertai fakta, semangat!!
BalasHapusWow Kerenn, struktur nya juga rapi dan lengkap dengan fakta
BalasHapuswahh keren bangett! teks di susun dengan sangat rapih dan juga teks yang dibuat disertai dengan fakta.. terima kasih!
BalasHapusKeren, strukturnya rapih dan disertai fakta
BalasHapusWahh, keren nih, topik yang dibawakan juga bagus, semangat!
BalasHapusteksnya baguss, rapi, dan juga terstruktur dengan baik. Terdapat fakta juga yang mendukung. Semangatt ya !
BalasHapusTeks informatif dan strukturnya rapi
BalasHapuswah topik yang diberikan sangat relate dengan keadaan saat ini. fakta yang dibawakan juga mendukung isunya. rapi juga
BalasHapustekss nya rapih, terstruktur dsn bagus. ada fakta fakta pendukungnya jugaa
BalasHapusteksnya sangat terstruktur, rapih, dan sangat bermanfaat
BalasHapusteks nya terstruktur dengan jelas, disertai fakta juga, good job friend:))
BalasHapusTeks editorial nya sangat bermanfaat dan sudah menggunakan struktur yang baik , penulisan nya juga rapi
BalasHapusteksnya informatif, terstruktur dan rapih. topiknya juga menarik!
BalasHapuskeren! informatif dan rapih
BalasHapussangat bermanfaat!
BalasHapusWahh teks editorialnya rapih dan sudah sesuai dengan strukturnya,, topik yang di bahas juga sangat informatif sekali. Semangat terus author!
BalasHapusTeksnya sangat terstruktur dan rapi sekali
BalasHapuskerenn banget! struktur dan bahasanya semua terstruktur dengan rapi
BalasHapusWah, teksnya sangat bagus dan informatif. Strukturnya sudah sesuai dan rapi
BalasHapuskeren! Teksnya sangat informatif dan rapi, strukturnya juga sesuai
BalasHapus